Penemuan Pesawat ATR 42-500 di Lereng Gunung Bulusaraung
Tim SAR gabungan berhasil menemukan bagian badan dan ekor pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Pencarian ini dilakukan setelah pesawat tersebut hilang kontak saat melakukan pendekatan pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa bagian besar pesawat telah ditemukan oleh kru helikopter SAR AI-7301 dan H-2213. “Sudah terlihat, sudah terlihat badan pesawatnya beserta ekornya,” ujarnya dalam keterangan video resmi yang diterima.
Pencarian dimulai sejak pukul 06.47 WITA dengan helikopter AI-7301 yang take off dari Lanud Hasanuddin. Helikopter H-2213 menyusul pada pukul 07.07 WITA. Pada pukul 07.26 WITA, helikopter AI-7301 melaporkan indikasi serpihan pesawat berwarna putih di atas bukit Bulusaraung. Helikopter H-2213 kemudian bergerak menuju lokasi tersebut dan melaporkan serpihan pesawat di utara puncak Bulusaraung sekitar pukul 07.35 WITA.
Lokasi penemuan berada di lereng selatan puncak, dengan posisi badan pesawat di sebelah utara puncak Bulusaraung. Tim SAR darat masih menyiapkan akses menuju lokasi karena medan yang terjal dan kondisi berkabut yang menyulitkan evakuasi.
Tim tetap menghitung langkah-langkah keamanan sebelum menuruni lereng untuk menghindari risiko keselamatan. Pihak SAR gabungan terus melakukan koordinasi dengan tim udara dan darat untuk memastikan seluruh bagian pesawat dan kemungkinan korban dapat segera dievakuasi. “Ini cukup terjal, maka dari itu kita harus menghitung untuk safety-nya dulu,” kata Andi.
Sebelumnya, saat dikonfirmasi mengenai video dan foto yang beredar di media sosial terkait dugaan puing pesawat di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. Andi juga membenarkan dugaan tersebut. “Iya,” kata dia.
Dalam video dan foto yang beredar, terlihat panel-panel besar berwarna abu-abu gelap kehitaman yang diduga bagian lantai atau dinding interior pesawat. Salah satu panel menampilkan stiker berwarna emas bertuliskan “FWD” beserta tanda panah petunjuk arah. Beberapa dokumen kertas, termasuk lembaran berjudul “Procedures–Normal Operation” dari Flight Crew Operating Manual (FCOM) IAT untuk ATR, juga terlihat berserakan dan kotor.
Beberapa warga dan pendaki yang muncul dalam video tampak memeriksa puing-puing di medan berbatu dan berkerikil, diselimuti kabut tebal dengan jarak pandang terbatas. Vegetasi berupa rumput gunung dan semak belukar menutupi sebagian area.
Dalam salah satu video terlihat papan penanda bertuliskan “Puncak Bulusaraung 1.353 mdpl”. Foto-foto lainnya menampilkan label manufaktur Hexcel Composites – Fibrelam pada panel, dengan kode part, tanggal produksi, dan spesifikasi yang menunjukkan asal komponen dari Duxford-Cambridge, Inggris.
Struktur honeycomb di bagian dalam panel terlihat jelas, yang merupakan ciri khas material komposit pesawat modern. Satu foto menampilkan emblem bordir lambang Garuda Pancasila, kemungkinan milik penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Dalam pesawat tersebut diketahui ada 10 orang kru dan penumpang, termasuk tiga orang pegawai Kementerian KKP.

