AA1UoOA9.jpg

Tim SAR temukan pesawat ATR 42-500 di ketinggian 1.300 MDPL Gunung Bulusaraung



MAROS,

Tim SAR gabungan dilaporkan berhasil menemukan serpihan badan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dalam penerbangan Makassar-Yogyakarta. Penemuan ini terjadi di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada hari Minggu (18/1/2026) pagi waktu setempat (WITA).

Dalam keterangan yang diterima, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan bahwa serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan di ketinggian 1.300 mdpl (meter di atas permukaan laut) di Gunung Bulusaraung.

Sebelumnya, dalam laporan Operasi SAR PK-THT dari Basarnas, serpihan ATR 42-500 pertama kali terpantau di puncak Bulusaraung sekitar pukul 07.17 WIT.

Tim SAR gabungan kemudian diterjunkan ke koordinat serpihan pesawat. Pada pukul 07.33 WIT, tim SAR mengonfirmasi ditemukannya serpihan jendela pesawat ATR 42-500.

Pada pukul 08.02 WIT, tim SAR menemukan serpihan besar berupa badan pesawat di puncak Bulusaraung. Namun, serpihan tersebut belum bisa dievakuasi karena angin kencang yang menyebabkan pendaratan helikopter terkendala.

“Pasukan darat menemukan badan pesawat dan dalam proses identifikasi lebih lanjut,” demikian pernyataan Basarnas dalam keterangan tertulis yang diterima.

“Heli mencari spot untuk menurunkan tim SAR di tempat yang terdekat dari posisi badan pesawat.”

Proses Pencarian dan Identifikasi

Proses pencarian dan identifikasi serpihan pesawat telah dimulai sejak awal pagi. Tim SAR gabungan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan penemuan serpihan pesawat dapat segera diproses.

Beberapa langkah penting yang dilakukan oleh tim SAR antara lain:

  • Koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan data lokasi serpihan pesawat akurat
  • Penggunaan alat pemantau dan pengintaian untuk mempercepat proses pencarian
  • Persiapan evakuasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan medan yang sulit

Selain itu, tim SAR juga melakukan identifikasi terhadap serpihan yang ditemukan untuk memastikan apakah bagian tersebut benar-benar berasal dari pesawat yang hilang kontak.

Tantangan dalam Evakuasi

Evakuasi serpihan pesawat menghadapi beberapa tantangan, terutama karena kondisi cuaca yang tidak menentu. Angin kencang membuat pendaratan helikopter menjadi sangat sulit, sehingga proses evakuasi harus ditunda hingga kondisi membaik.

Namun, pasukan darat tetap berusaha untuk mendekati lokasi serpihan pesawat agar dapat melakukan identifikasi lebih lanjut. Hal ini menjadi langkah penting dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Peran Tim SAR Gabungan

Tim SAR gabungan terdiri dari berbagai instansi seperti Basarnas, TNI, Polri, dan organisasi masyarakat setempat. Setiap anggota memiliki peran masing-masing dalam proses pencarian dan evakuasi.

Koordinasi yang baik antar instansi menjadi kunci keberhasilan dalam operasi SAR ini. Dengan kerja sama yang baik, tim SAR dapat bekerja lebih efisien dan cepat dalam menangani situasi darurat.

Langkah Berikutnya

Setelah serpihan pesawat ditemukan, langkah berikutnya adalah melengkapi informasi lengkap tentang kejadian tersebut. Hal ini termasuk memverifikasi apakah serpihan tersebut berasal dari pesawat yang hilang kontak.

Selain itu, tim SAR juga akan terus melakukan pencarian di area sekitar untuk memastikan tidak ada bagian lain dari pesawat yang terlewat.

Dengan proses yang terus berjalan, diharapkan dapat memberikan jawaban yang jelas tentang kejadian yang menimpa pesawat ATR 42-500.

AA1UqMN9.jpg

Kapolda Sulsel: Polisi Datangi Keluarga Ambil Data Korban ATR 42-500

Penanganan Korban Kecelakaan Pesawat di Maros

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian akan melakukan tindakan proaktif dalam memastikan kelancaran proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Langkah ini dilakukan untuk memastikan semua korban dapat diidentifikasi dengan cepat dan akurat.

Djuhandhani menjelaskan bahwa pihak berwenang telah sepakat untuk melakukan identifikasi korban di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Namun, jika keluarga korban tidak mampu datang ke lokasi tersebut, polisi akan langsung datang ke rumah mereka untuk mengambil sampel yang diperlukan.

“Jika keluarga korban tidak bisa ke Makassar, kami sudah mengoordinasikan Biddokkes untuk jemput bola,” ujarnya dalam konferensi pers pada Minggu (18/1/2026). “Sehingga dalam uji antemortem dapat kita jemput bola kepada keluarga korban.”

Langkah ini sebelumnya telah dilakukan oleh Biddokkes dari Polda Jawa Barat, yang telah mengambil data antemortem dari salah satu keluarga korban. Hal ini menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam memastikan proses identifikasi berjalan efektif dan sesuai standar.

Sementara itu, hanya satu orang keluarga korban yang datang ke Makassar untuk keperluan identifikasi. Meskipun jumlahnya terbatas, pihak berwenang tetap berupaya maksimal dalam memproses setiap kasus secara individual dan teliti.

Persiapan Operasi Evakuasi

Selain itu, Djuhandhani juga menyampaikan bahwa tim SAR gabungan telah menyiapkan operasi evakuasi atau penyelamatan jika korban ditemukan. Meski demikian, hingga saat ini, petugas di Bulusaraung belum menemukan korban kecelakaan pesawat.

“Kita sudah membuat pos aju, yang di mana di situ ada TNI/Polri dalam rangka melaksanakan operasi penyelamatan terhadap korban-korban laka pesawat,” katanya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pihak berwenang terus memantau situasi secara intensif dan siap bertindak bila diperlukan. Proses pencarian dan evakuasi dilakukan dengan koordinasi yang baik antara berbagai instansi terkait, termasuk TNI dan Polri.

Peran Tim Medis

Biddokkes Polda Sulawesi Selatan juga turut berperan penting dalam proses identifikasi. Mereka tidak hanya membantu dalam pengambilan sampel, tetapi juga dalam pemeriksaan medis yang diperlukan untuk memastikan keakuratan hasil identifikasi.

Proses ini sangat krusial karena setiap korban perlu diidentifikasi dengan tepat agar keluarga dapat segera mendapatkan informasi yang jelas. Dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan proaktif, pihak kepolisian berharap dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga korban.

Kesimpulan

Penanganan korban kecelakaan pesawat di Maros menunjukkan komitmen pihak berwenang dalam memastikan proses identifikasi berjalan lancar dan akurat. Dengan strategi jemput bola dan persiapan operasi evakuasi yang matang, harapan besar diarahkan pada penyelesaian kasus ini secara cepat dan transparan.

AA1UqQh5.jpg

Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, Tiga Karyawan KKP Turut dalam Penerbangan

Pihak KKP Mengonfirmasi Tiga Pegawainya Jadi Penumpang Pesawat yang Hilang Kontak

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengonfirmasi bahwa tiga pegawai mereka menjadi penumpang pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ketiga pegawai tersebut adalah Ferry Irawan dengan pangkat penata muda tingkat I dan jabatan sebagai analis kapal pengawas; Deden Mulyana dengan pangkat penata muda tingkat I dan jabatan pengelola barang milik negara; serta Yoga Naufal yang menjabat sebagai operator foto udara.

Menurut pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (17/1/2026) malam, pihaknya menyampaikan rasa prihatin terhadap kejadian ini. “Kami terus terang sedih dan prihatin, serta berdoa yang terbaik untuk para penumpang dan kru pesawat tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan informasi terakhir dari Kepala Kantor SAR Nasional Makassar yang dihubungi oleh Tim Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) pada 17 Januari 2026 pukul 19.20 WIB, Trenggono menjelaskan bahwa status pesawat, kru, dan penumpang masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Ia menambahkan bahwa ketiga pegawai KKP tersebut tengah menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara (air surveillance) di wilayah pengelolaan perikanan Negara Kesatuan Republik Indonesia menggunakan pesawat yang dioperasikan oleh PT Indonesia Air Transport (IAT).

Trenggono juga menjelaskan bahwa KKP secara rutin melaksanakan tugas pengawasan udara bekerja sama dengan IAT sebagai operator pesawat. “Pesawat ini kami gunakan untuk beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, khususnya untuk pengawasan di daerah perbatasan laut. Namun pengawasan tidak terbatas di perbatasan saja, hampir di seluruh wilayah pengelolaan perikanan kita lakukan pengawasan,” ujarnya.

Pihak KKP terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memantau perkembangan pencarian pesawat tersebut. “Terkait pencarian dan penyebab insiden, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Basarnas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Kementerian Perhubungan,” kata Trenggono.

Pihak PT Indonesia Air Transport Turut Prihatin

Direktur Utama PT Indonesia Air Transport Tri Adi Wibowo menyampaikan bahwa kru pesawat yang berada di dalam pesawat tersebut berjumlah tujuh orang, termasuk Capt. Andy Dahananto yang menjabat Direktur Operasi PT IAT. “Kami turut prihatin dan saat ini menunggu proses pencarian oleh Tim Basarnas. Tim kami juga telah berangkat ke Makassar untuk terlibat dalam proses tersebut,” kata Tri.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa pesawat ATR 42-500 milik PT IAT yang hilang kontak di Kabupaten Maros dilaporkan mengangkut 10 orang. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menyebutkan 10 orang tersebut terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Namun, identitas lengkap seluruh penumpang belum dirinci.

Kementerian Perhubungan menerima laporan hilangnya pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT pada Sabtu (17/1). Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut melaksanakan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG), dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Hingga kini, pesawat masih dalam tahap pencarian. Area pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang sekaligus menjadi lokasi posko Basarnas. Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas yang dijadwalkan pada pukul 16.25 WITA.

Sementara itu, AirNav Indonesia tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan (search and rescue).

AA1Up8m7.jpg

Tim SAR temukan bagian pesawat ATR 42-500 di Maros



MAKASSAR – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan. Penemuan ini terjadi dalam operasi pencarian yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Temuan serpihan pesawat ini menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian. Saat ini, tim SAR gabungan sedang fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai dengan kondisi medan di lapangan,” ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar, Ahad (18/1/2026).

Berdasarkan data pergerakan di lapangan, pada pukul 07.46 WITA tim menemukan serpihan berupa bagian jendela pesawat dalam kondisi kecil di koordinat 04°55’48” LS–119°44’52” BT, tepatnya di wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Kabupaten Maros.

Selanjutnya, sekitar pukul 07.49 WITA, tim kembali menemukan bagian badan pesawat berukuran besar. Sejumlah serpihan hingga bagian badan pesawat tersebut ditemukan oleh tim SAR udara dan darat.

Informasi sementara menyebutkan bahwa bagian pesawat telah terbuka. Selain itu, ditemukan pula bagian ekor pesawat yang berada di sisi selatan lereng bawah lokasi kejadian.

“Seiring perkembangan tersebut, pergerakan unsur SAR terus disesuaikan, termasuk pergeseran SRU (search and rescue unit) menuju titik-titik prioritas,” kata Arif selaku SAR Mission Coordinator (SMC).

Pada pukul 08.02 WITA, serpihan besar kembali terpantau oleh SRU aju melalui pemantauan udara menggunakan Helikopter Caracal. Kemudian, pada pukul 08.11 WITA, tim aju menyampaikan kebutuhan tambahan berupa peralatan mountaineering atau climbing untuk menjangkau lokasi dengan medan terjal.

Ia menambahkan, kondisi medan di lokasi kejadian cukup menantang dan membutuhkan dukungan peralatan khusus.

“Posisinya beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan operasi ini,” katanya.

Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, serta dukungan masyarakat setempat. Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus berlangsung dan perkembangan selanjutnya akan disampaikan secara resmi berdasarkan hasil di lapangan.

Pesawat tersebut tercatat membawa 11 orang di dalam pesawat, terdiri atas delapan kru dan tiga penumpang. Kru pesawat masing-masing bernama Captain Andy Dahananto, SIC FO Yudha Mahardika, XCU Captain Sukardi, FOO Hariadi, EOB Franky D Tanamal, EOB Junaidi, FA Florencia Lolita, serta FA Esther Aprilita S.

Sementara itu, tiga penumpang yang berada di dalam pesawat masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.

AA1UqbuU.jpg

Wali Kota Makassar Turunkan BPBD Bantu Cari Pesawat ATR Hilang di Maros



Makassar, Jawa Timur – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan perintah kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar untuk mengirimkan personel dalam upaya pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

“Saya sudah memerintahkan Tim BPBD Kota Makassar untuk bergabung dengan tim di lapangan guna membantu pencarian korban sekaligus menelusuri titik lokasi jatuhnya pesawat,” ujar Munafri di Makassar, Sabtu.

Munafri menegaskan bahwa keterlibatan BPBD Kota Makassar merupakan bentuk dukungan penuh pemerintah kota terhadap upaya kemanusiaan dan penanganan bencana, meskipun lokasi kejadian berada di luar wilayah administratif Makassar.

“Ini adalah musibah kemanusiaan. Pemerintah Kota Makassar siap bersinergi dan membantu semaksimal mungkin, baik melalui dukungan personel maupun peralatan yang dibutuhkan,” tegasnya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap situasi darurat penerbangan, BPBD Kota Makassar meningkatkan langkah penanganan atas laporan hilang kontaknya pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar tersebut. Peningkatan respons dilakukan melalui pengerahan personel, penguatan sarana dan prasarana kebencanaan, serta intensifikasi koordinasi lintas instansi.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas informasi resmi yang diterima dari AirNav Makassar serta hasil koordinasi dengan Basarnas sebagai leading sector dalam operasi Search and Rescue (SAR).

Dalam operasi terpadu tersebut, BPBD Kota Makassar secara resmi bergabung untuk mendukung upaya pencarian dan penanganan dampak kebencanaan, sekaligus mengambil peran strategis sebagai koordinator shelter pencarian.

Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan keterlibatan BPBD Makassar merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Wali Kota. Menurut dia, langkah tersebut mencerminkan kehadiran pemerintah daerah dalam situasi darurat dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Atas arahan Bapak Wali Kota, kami diminta bergerak cepat dalam kondisi seperti ini demi kemanusiaan dan tanpa mengenal batas wilayah administratif,” ujarnya.

Dalam penguatan respons tersebut, BPBD Kota Makassar mengerahkan 12 personel, dua unit ambulans, dua unit mobil rescue, serta satu unit drone untuk pemantauan udara.

“Tujuan penerbangan pesawat ini adalah Makassar, sehingga kesiapsiagaan menjadi tanggung jawab moral kami,” tambah Fadli.

Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim gabungan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat dengan mempertimbangkan data radar terakhir serta informasi dari warga sekitar.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi tim penyelamat untuk bekerja secara optimal.

Upaya Kemanusiaan yang Dilakukan oleh BPBD Kota Makassar

  • BPBD Kota Makassar telah mengerahkan 12 personel untuk ikut serta dalam operasi pencarian.
  • Dua unit ambulans disiapkan untuk membantu evakuasi jika diperlukan.
  • Dua unit mobil rescue digunakan untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi.
  • Satu unit drone diterjunkan untuk memantau area yang sulit dijangkau secara manual.

Peran BPBD dalam Operasi SAR

  • BPBD Kota Makassar bertindak sebagai koordinator shelter pencarian.
  • Mereka juga melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan keberhasilan operasi.
  • Tindakan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membantu situasi darurat, terlepas dari batasan wilayah administratif.

Imbauan kepada Masyarakat

  • Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
  • Memberikan ruang bagi tim penyelamat agar dapat bekerja secara optimal.
  • Menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain selama proses pencarian berlangsung.



Proses pencarian pesawat ATR 42-500 terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak. Tim gabungan terus berupaya mencari titik jatuh pesawat dengan memanfaatkan data radar dan informasi dari warga sekitar.

AA11t4J7.jpg

Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (18/1), Cek Sekarang!



bali.

, DENPASAR – Jika Anda ingin melakukan perjalanan keluar atau masuk Bali pada hari Minggu (18/1), tidak perlu khawatir. Terdapat banyak pilihan transportasi yang bisa digunakan, baik melalui udara, laut, maupun darat. Salah satu opsi terbaik untuk perjalanan jarak jauh adalah menggunakan bus.

Beberapa perusahaan otobus (PO) menyediakan layanan perjalanan dari Bali menuju berbagai terminal besar di Jakarta, Bandung, dan kota-kota lain di Pulau Jawa. Anda dapat memilih rute dari Terminal Mengwi, Badung, dengan tujuan ke Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, atau kota-kota besar di Jawa Timur.

Bus yang tersedia mencakup berbagai kelas, mulai dari executive hingga suite class, yang cocok untuk perjalanan yang memakan waktu sekitar 24 jam. Harga tiket bus ini relatif lebih murah dibandingkan tiket pesawat. Berikut informasi lengkap mengenai jadwal dan harga tiket bus AKAP dari Terminal Mengwi ke beberapa terminal besar di Pulau Jawa, hari ini:

Rute Bali – Jakarta

  • Bus Pahala Kencana:
  • Keberangkatan pukul 13.10 WITA
  • Tujuan: Terminal Terpadu Pulo Gebang Jakarta, Pondok Pinang, Kampung Rambutan
  • Harga: Rp 620.000

  • Bus Debe Trans:

  • Keberangkatan pukul 11.00 dan 14.20 WITA
  • Tujuan: Terminal Pulo Gebang dan Pondok Pinang
  • Harga: Rp 580.000

  • Bus Lorena:

  • Keberangkatan pukul 07.00 WITA
  • Tujuan: Terminal Pulo Gebang dan Lorena Cabang RA Kartini
  • Harga: Rp 565.000

  • Bus Gunung Harta:

  • Keberangkatan pukul 06.00 dan 09.00 WITA
  • Tujuan: Terminal Terpadu Pulo Gebang, Pondok Pinang, Kalideres
  • Harga: Rp 630.000

  • Bus Kramat Djati:

  • Keberangkatan pukul 07.00 dan 13.00 WITA
  • Tujuan: Pondok Pinang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Bus Pulo Gebang
  • Harga: Rp 605.000

  • Bus Sinar Jaya:

  • Keberangkatan pukul 13.40 dan 13.55 WITA
  • Tujuan: Terminal Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Kalideres, Lebak Bulus
  • Harga: Rp 630.000 – 895.000

  • Bus Wafaa Holiday:

  • Keberangkatan pukul 20.00 WITA
  • Tujuan: Terminal Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Lebak Bulus
  • Harga: Rp 550.000

  • Bus Alendra:

  • Keberangkatan pukul 10.00 WITA
  • Tujuan: Pasar Rebo
  • Harga: Rp 600.000

  • Bus Madu Kismo:

  • Keberangkatan pukul 13.00 WITA
  • Tujuan: Terminal Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Pasar Rebo, Lebak Bulus, Pondok Pinang, Poris
  • Harga: Rp 580.000

  • Bus Nusa Bali:

  • Keberangkatan pukul 12.45 WITA
  • Tujuan: Terminal Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Pasar Rebo, Lebak Bulus, Pondok Pinang, Poris
  • Harga: Rp 600.000

Rute Bali – Bandung, Jawa Barat

  • Bus Pahala Kencana:
  • Keberangkatan pukul 08.24 dan 13.05 WITA
  • Tujuan: Kantor Pahala Kencana Cileunyi, Terminal Leuwi Panjang, Pahala Kencana Cimindi, Pahala Kencana Cimahi
  • Harga: Rp 580.000

  • Bus Gunung Harta:

  • Keberangkatan pukul 06.00 WITA
  • Tujuan: Gunung Harta Cimahi dan Terminal Cicaheum Bandung
  • Harga: Rp 600.000 – 610.000

  • Bus Kramat Djati:

  • Keberangkatan pukul 13.00 WITA
  • Tujuan: Jalan Soekarno Hatta Bandung
  • Harga: Rp 575.000

  • Bus Debe Trans:

  • Keberangkatan pukul 11.00 WITA
  • Tujuan: Bandung
  • Harga: Rp 580.000

  • Bus Madu Kismo:

  • Keberangkatan pukul 08.00 WITA
  • Tujuan: Agen Madukismo Paramon, Rancaekek, Cileunyi, Cimindi, Cimahi
  • Harga: Rp 580.000

  • Bus Bandung Express:

  • Keberangkatan pukul 14.00 WITA
  • Tujuan: Bandung
  • Harga: Rp 650.000

  • Bus Nusa Bali:

  • Keberangkatan pukul 12.45 WITA
  • Tujuan: Bandung
  • Harga: Rp 600.000

  • Bus Sinar Jaya:

  • Keberangkatan pukul 14.10 WITA
  • Tujuan: Sinar Jaya Cileunyi, Agen Sinar Jaya Caringin, Terminal Leuwipanjang, Gede Bage
  • Harga: Rp 840.000

Rute Bali – DI Yogyakarta

  • Bus Wisata Komodo:
  • Keberangkatan pukul 12.30 dan 14.00 WITA
  • Tujuan: Terminal Giwangan dan Kantor Wisata Komodo Janti
  • Harga: Rp 390.000

  • Bus Gunung Harta:

  • Keberangkatan pukul 11.00, 11.20 WITA
  • Tujuan: Gunung Harta Yogyakarta, Terminal Jombor, Terminal Giwangan
  • Harga: Rp 380.000 – 410.000

  • Bus Pahala Kencana:

  • Keberangkatan pukul 08.24 WITA
  • Tujuan: Terminal Giwangan Yogyakarta, Agen Pahala Kencana Janti, Terminal Jombor
  • Harga: Rp 470.000

  • Bus Restu Mulya:

  • Keberangkatan pukul 12.00 WITA
  • Tujuan: Terminal Giwangan Jogjakarta
  • Harga: Rp 385.000

  • Bus Surya Bali:

  • Keberangkatan pukul 12.00 WITA
  • Tujuan: Terminal Jombor, Giwangan, Agen Surya Bali Dongkelan
  • Harga: Rp 350.000

  • Bus Mansion:

  • Keberangkatan pukul 11.30 WITA
  • Tujuan: Terminal Giwangan dan Jombor Yogyakarta
  • Harga: Rp 400.000

  • Bus Tami Jaya:

  • Keberangkatan pukul 12.45 & 14.45 WITA
  • Tujuan: Agen Tami Jaya Jogja – Garasi Tinosidin (Executive – Suite Class)
  • Harga: Rp 350.000 – 450.000 – 600.000

  • Bus Damri:

  • Keberangkatan pukul 18.00 WITA
  • Tujuan: Terminal Bangutapan
  • Harga: Rp 435.000

  • Bus Mtrans:

  • Keberangkatan pukul 12.45, 13.55 dan 15.45 WITA
  • Tujuan: Prambanan, Kantor Mtrans Yogyakarta
  • Harga: Rp 400.000 – 615.000

  • Bus Safari Dharma Raya:

  • Keberangkatan pukul 13.30 WITA
  • Tujuan: Terminal Giwangan, Terminal Jombor
  • Harga: Rp 300.000

Rute Bali – Semarang, Jawa Tengah

  • Bus Pahala Kencana:
  • Keberangkatan pukul 13.05 dan 13.15 WITA
  • Tujuan: Terminal Mangkang Semarang dan SPBU Mangkang
  • Harga: Rp 470.000

  • Bus Madu Kismo:

  • Keberangkatan pukul 12.00 WITA
  • Tujuan: Terminal Banyumanik, Terminal Mangkang, Terminal Bawen, Terminal Ungaran
  • Harga: Rp 500.000

  • Bus Surya Bali:

  • Keberangkatan pukul 13.30 WITA
  • Tujuan: Terminal Torboyo
  • Harga: Rp 400.000

  • Bus Gunung Harta:

  • Keberangkatan pukul 11.20 dan 11.50 WITA
  • Tujuan: Terminal Mangkang, Penggaron
  • Harga: Rp 350.000 – 380.000 – 550.000

  • Bus Safari Dharma Raya:

  • Keberangkatan pukul 13.30 WITA
  • Tujuan: Mangkang, Terminal Banyumanik, agen Ungaran
  • Harga: Rp 295.000

  • Bus Mayora – Surya Trans:

  • Keberangkatan pukul 13.15 WITA
  • Tujuan: Agen Surya Trans Sempidi – Terminal Bawen, Agen Surya Trans Krapyak
  • Harga: Rp 438.750 – 675.000

  • Bus Sinar Jaya:

  • Keberangkatan pukul 13.40 dan 13.55 WITA
  • Tujuan: Mangkang
  • Harga: Rp 370.000 – 630.000

  • Bus Mtrans:

  • Keberangkatan pukul 13.15 dan 16.45 WITA
  • Tujuan: Terminal Bawen, Terminal Tingkir Salatiga, Pasar Bandarjo dan Kantor Mtrans Tugu Muda
  • Harga: Rp 400.000 – 615.000

  • Bus Bali Trans:

  • Keberangkatan pukul 15.30 WITA
  • Tujuan: Terminal Pengaron
  • Harga: Rp 320.000

  • Bus Nusa Bali:

  • Keberangkatan pukul 14.10 WITA
  • Tujuan: Terminal Mangkang
  • Harga: Rp 400.000

  • Bus Aleandra:

  • Keberangkatan pukul 10.00 WITA
  • Tujuan: Jatingaleh
  • Harga: Rp 420.000

Semoga perjalanan Anda lancar dan sampai tujuan!

Pesawat-Super-Tucano-milik-TNI-AU.jpg

Kesaksian Pendaki: Pesawat Melintas Rendah dan Meledak di Lereng Gunung

Saksi Mata Menceritakan Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Reski (20) dan Muslimin (18) adalah dua pendaki yang menjadi saksi langsung jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Mereka menceritakan pengalaman tak terlupakan tersebut setelah kejadian yang terjadi pada Minggu (18/1/2026) siang.

Saat itu, kedua pendaki sedang berada di puncak gunung. Tiba-tiba sebuah pesawat melintas rendah di hadapan mereka. Reski mengatakan bahwa pesawat tersebut tampak seperti dikikis oleh lereng gunung sebelum akhirnya menabrak dan meledak. Ledakan disertai api membuat keduanya ketakutan. Jarak antara mereka dengan lokasi ledakan hanya sekitar 100 meter.

“Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan,” ujar Reski. Ia menyebutkan bahwa ia tidak sempat merekam kejadian secara utuh karena semuanya berlangsung sangat cepat.

Setelah ledakan, keduanya menemukan sejumlah serpihan badan pesawat yang memuat logo Kementerian Kelautan dan Perikanan serta beberapa dokumen yang ikut terhambur. Penemuan ini sempat direkam menggunakan ponsel sebagai bukti awal. Akhirnya, mereka memutuskan untuk turun gunung dan kembali ke wilayah Balocci, tiba setelah salat Ashar. Meskipun begitu, mereka membawa kabar duka dan serpihan dari tragedi kecelakaan pertama di dunia aviasi Tanah Air awal 2026.

Rute Penerbangan Pesawat ATR 42-500

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak merupakan pesawat rute Yogyakarta-Makassar. Pesawat tersebut hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu siang. Pesawat dengan nomor seri 611 ini berangkat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Kronologi kehilangan kontak terjadi sekitar pukul 04.23 UTC (11.23 WIB) saat pesawat melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21. Posisi terakhir pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga diperkirakan jatuh di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros. Basarnas telah mendirikan posko pencarian di sekitar lokasi.

Keterlibatan Pegawai KKP dalam Pesawat

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, mengonfirmasi bahwa terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut yang sedang menjalani misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance. Tim air surveillance tersebut berasal dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Berikut data para pegawai KKP yang terlibat:
* Ferry Irrawan dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatan Analis Kapal Pengawas.
* Deden Mulyana dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatan Pengelola Barang Milik Negara.
* Yoga Nauval, jabatan Operator Foto Udara.

Data Kru Pesawat

Selain para pegawai KKP, Dirut PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, menyebutkan bahwa ada 7 kru pesawat yang berada di dalam pesawat. Berikut nama-nama kru tersebut:
* Capt. Andy Dahananto
* Yudha Mahardika
* Hariadi
* Franky D Tanamal
* Junaidi
* Florencia Lolita
* Esther Aprilita S


Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Bukit Bulusaraung, Hancur Parah

Penemuan Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak

Pada hari Sabtu, 17 Januari 2026, sebuah pesawat ATR 42-500 menghilang dari radar dan menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keselamatan penumpang dan kru. Namun, berita baik datang pada hari Minggu, 18 Januari 2026, ketika tim Basarnas berhasil menemukan lokasi pesawat tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan bahwa petugas Basarnas menemukan pesawat dalam pencarian yang dilakukan pada hari itu. Pada sekitar pukul 07.33, petugas Basarnas yang menggunakan helikopter melihat serpihan jendela pesawat di puncak Bukit Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Setelah dilihat secara dekat, tampaknya serpihan tersebut berasal dari pesawat yang telah hancur.

Pukul 08.02, tim Basarnas darat mengonfirmasi bahwa serpihan yang ditemukan memang merupakan bagian dari pesawat yang hilang. “Pasukan darat menemukan badan pesawat dan dalam proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Andi Sultan dalam pernyataannya.

Direktur Utama Indonesia Air Transport (IAT), Tri Adi Wibowo, memberikan informasi tentang jumlah kru pesawat ATR milik IAT. Menurutnya, ada tujuh orang yang berada di dalam pesawat. “Saya menginformasikan, dari PT IAT klarifikasi bahwa kru yang on board ada 7,” kata dia dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Sabtu malam.

Ketujuh kru tersebut adalah Kapten Andy Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dim Murdiono, serta tim kabin, yaitu Florencia Lolita dan Esther Aprilia. Selain itu, terdapat tiga orang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang turut terbang dalam pesawat itu. Mereka adalah Ferry Irawan, Analis Kapal Pengawas dengan pangkat Penata Muda Tingkat 1; Deden Mulyana, Pengelola Barang Milik Negara dengan pangkat Penata Muda Tingkat 1; serta Operator Foto Udara, Yoga Naufal.

Cerita Pilu dari Keluarga Pegawai KKP

Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga para korban, khususnya bagi keluarga pegawai KKP yang turut menjadi korban. Berbagai upaya dilakukan oleh keluarga untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai nasib orang-orang yang mereka cintai. Rasa cemas dan kehilangan terasa sangat dalam, terutama karena kondisi pesawat yang sudah hancur dan belum bisa dipastikan apakah ada korban yang selamat atau tidak.

Para keluarga terus berharap adanya kabar baik, meskipun situasi saat ini masih penuh ketidakpastian. Mereka juga meminta agar semua pihak terkait segera memberikan informasi yang jelas dan akurat mengenai kejadian ini.

Proses Identifikasi dan Penyelidikan

Tim Basarnas terus melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap sisa-sisa pesawat yang ditemukan. Proses ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk ahli forensik dan lembaga penyelidikan. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui penyebab kecelakaan dan memastikan keamanan penerbangan di masa depan.

Selain itu, pihak berwenang juga sedang melakukan koordinasi dengan keluarga korban untuk memberikan dukungan emosional dan informasi yang diperlukan. Semua upaya ini dilakukan dengan harapan dapat memberikan kejelasan dan rasa aman bagi masyarakat luas.

Kesimpulan

Kehilangan pesawat ATR 42-500 yang menewaskan banyak korban tentu menjadi duka yang mendalam. Namun, dengan kerja sama antara tim Basarnas, lembaga pemerintah, dan keluarga korban, diharapkan dapat segera ditemukan jawaban atas kejadian ini. Semoga semua pihak terkait dapat bekerja sama dengan baik dan cepat dalam proses penyelidikan dan pemberian bantuan kepada keluarga korban.


AA1Uq8JH.jpg

Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bulusaraung

Penemuan Pesawat ATR 42-500 di Lereng Gunung Bulusaraung

Tim SAR gabungan berhasil menemukan bagian badan dan ekor pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Pencarian ini dilakukan setelah pesawat tersebut hilang kontak saat melakukan pendekatan pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa bagian besar pesawat telah ditemukan oleh kru helikopter SAR AI-7301 dan H-2213. “Sudah terlihat, sudah terlihat badan pesawatnya beserta ekornya,” ujarnya dalam keterangan video resmi yang diterima.

Pencarian dimulai sejak pukul 06.47 WITA dengan helikopter AI-7301 yang take off dari Lanud Hasanuddin. Helikopter H-2213 menyusul pada pukul 07.07 WITA. Pada pukul 07.26 WITA, helikopter AI-7301 melaporkan indikasi serpihan pesawat berwarna putih di atas bukit Bulusaraung. Helikopter H-2213 kemudian bergerak menuju lokasi tersebut dan melaporkan serpihan pesawat di utara puncak Bulusaraung sekitar pukul 07.35 WITA.

Lokasi penemuan berada di lereng selatan puncak, dengan posisi badan pesawat di sebelah utara puncak Bulusaraung. Tim SAR darat masih menyiapkan akses menuju lokasi karena medan yang terjal dan kondisi berkabut yang menyulitkan evakuasi.

Tim tetap menghitung langkah-langkah keamanan sebelum menuruni lereng untuk menghindari risiko keselamatan. Pihak SAR gabungan terus melakukan koordinasi dengan tim udara dan darat untuk memastikan seluruh bagian pesawat dan kemungkinan korban dapat segera dievakuasi. “Ini cukup terjal, maka dari itu kita harus menghitung untuk safety-nya dulu,” kata Andi.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi mengenai video dan foto yang beredar di media sosial terkait dugaan puing pesawat di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. Andi juga membenarkan dugaan tersebut. “Iya,” kata dia.

Dalam video dan foto yang beredar, terlihat panel-panel besar berwarna abu-abu gelap kehitaman yang diduga bagian lantai atau dinding interior pesawat. Salah satu panel menampilkan stiker berwarna emas bertuliskan “FWD” beserta tanda panah petunjuk arah. Beberapa dokumen kertas, termasuk lembaran berjudul “Procedures–Normal Operation” dari Flight Crew Operating Manual (FCOM) IAT untuk ATR, juga terlihat berserakan dan kotor.

Beberapa warga dan pendaki yang muncul dalam video tampak memeriksa puing-puing di medan berbatu dan berkerikil, diselimuti kabut tebal dengan jarak pandang terbatas. Vegetasi berupa rumput gunung dan semak belukar menutupi sebagian area.

Dalam salah satu video terlihat papan penanda bertuliskan “Puncak Bulusaraung 1.353 mdpl”. Foto-foto lainnya menampilkan label manufaktur Hexcel Composites – Fibrelam pada panel, dengan kode part, tanggal produksi, dan spesifikasi yang menunjukkan asal komponen dari Duxford-Cambridge, Inggris.

Struktur honeycomb di bagian dalam panel terlihat jelas, yang merupakan ciri khas material komposit pesawat modern. Satu foto menampilkan emblem bordir lambang Garuda Pancasila, kemungkinan milik penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam pesawat tersebut diketahui ada 10 orang kru dan penumpang, termasuk tiga orang pegawai Kementerian KKP.

AA1Uqeb9.jpg

Reski dan Muslimin, Pendaki Muda Pangkep Jadi Saksi Ledakan Pesawat di Bulusaraung

Saksi Mata Langsung Detik-Detik Pesawat Jatuh di Gunung Bulusaraung

Reski (20) dan Muslimin (18), dua pendaki muda asal Pangkep, menjadi saksi mata langsung dalam kejadian tragis pesawat ATR 42-500 jatuh dan meledak di kaki Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada hari Ahad (18/1/2026). Keduanya awalnya hanya ingin menikmati suasana tenang di puncak gunung. Namun ketenangan itu berubah menjadi mencekam ketika sebuah pesawat melintas rendah di hadapan mereka.

“Saya lihat pesawatnya dikikis itu gunung (Bulusaraung), lalu meledak dan terbakar,” kata Reski seperti dilansir dari TribunTimur.com, Minggu (18/1/2026). Ledakan besar disertai api membuat keduanya terpaku ketakutan. Jarak mereka dengan lokasi ledakan hanya sekitar 100 meter. “Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan,” ujar Reski, alumnus Pondok Pesantren DDI Tobarakka, Siwa, Kabupaten Wajo.

Muslimin yang berada di samping Reski juga tak mampu berkata banyak. Ia hanya mengingat suara dentuman keras yang mengguncang suasana tenang di puncak gunung. Reski mengaku tidak sempat merekam kejadian secara utuh karena semuanya berlangsung sangat cepat. “Cepat sekali (kejadiannya),” tuturnya. Meski demikian, usai ledakan, keduanya menemukan sejumlah serpihan badan pesawat yang memuat logo Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta beberapa dokumen yang ikut terhambur.

Pesawat yang jatuh adalah ATR 42-500 bernomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport. Pesawat tersebut disewa untuk mendukung Tim Air Surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Reski menuturkan, sekitar pukul 13.00 WITA, pesawat itu melintas rendah sebelum menghantam lereng Bulusaraung. Dalam hitungan detik, dentuman keras terdengar, disusul kobaran api yang membumbung tinggi.

Kedua pendaki muda itu sempat terpaku, namun akhirnya memutuskan turun gunung karena khawatir akan kondisi sekitar. Mereka tiba di wilayah Balocci setelah salat Ashar, membawa kabar duka sekaligus serpihan dari tragedi kecelakaan pertama di dunia aviasi Tanah Air awal 2026.

Pesawat tersebut diketahui mengangkut tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Feri Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Noval. Selain itu, total penumpang dan awak yang berada di dalam pesawat berjumlah 10 orang.

Pesawat Hilang Kontak di Wilayah Sulawesi Selatan

Pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan saat menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Pesawat turboprop ini selama ini digunakan KKP untuk mendukung kegiatan patroli maritim. Tim SAR gabungan segera melakukan pencarian di area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat.

Basarnas menegaskan fokus utama operasi adalah menemukan titik pasti keberadaan pesawat serta memastikan kondisi seluruh awak dan penumpang. Medan pencarian cukup berat karena lokasi didominasi pegunungan dan hutan lebat. Cuaca hujan dan kabut tebal juga menjadi tantangan bagi tim pencarian. Wartawan Tribun, Fahrizal Syam, melaporkan dari Balocci bahwa tim SAR menghadapi akses terbatas menuju lokasi. Operasi pencarian dilakukan dengan skala besar melibatkan berbagai unsur.

Manajemen pabrikan ATR di Toulouse, Perancis, menyatakan akan mengirim teknisi spesialis ke Bulusaraung. “Tim spesialis kami akan bergabung dan mendukung penuh investigasi kecelakaan ini bersama tim dan operator di Indonesia,” demikian siaran pers ATR.

Pesawat ATR 42-500: Jenis yang Banyak Digunakan

Pesawat ATR seri 42 dan 72 disebut sebagai pesawat propeller paling laris di segmen 90 seat ke bawah. Jenis ini dioperasikan lebih dari 200 maskapai di 100 negara, termasuk Indonesia Air Transport. Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT merupakan buatan tahun 2000, menggunakan mesin Pratt & Whitney Canada PW127. Sejak 2025, pesawat ini disewa KKP untuk mendukung misi pengawasan laut.

Dalam penerbangan terakhirnya, pesawat membawa tujuh awak dan tiga pegawai PSDKP. Mereka dijadwalkan melakukan survei udara di Pesisir Selat Makassar. Reski dan Muslimin kini menjadi saksi kunci dalam tragedi ini. Keterangan mereka membantu memperkuat gambaran awal mengenai detik-detik pesawat menghantam lereng Bulusaraung. Meski masih diliputi rasa takut, keduanya berani menceritakan pengalaman yang mereka alami. Reski bahkan sempat merekam serpihan pesawat menggunakan ponselnya sebagai bukti awal. Serpihan itu menunjukkan logo Kementerian Kelautan dan Perikanan serta dokumen yang ikut terhambur.

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

Hingga kini, penyebah pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Tim investigasi gabungan Indonesia dan ATR Perancis akan bekerja sama mengungkap faktor penyebab. Basarnas menegaskan pencarian korban tetap menjadi prioritas utama. Keluarga penumpang dan awak pesawat menanti kabar pasti dari tim SAR. Suasana duka menyelimuti Pangkep, Maros, dan Bone yang berada di sekitar lokasi kejadian. Masyarakat setempat juga ikut membantu tim pencarian dengan memberikan akses dan informasi.

Tragedi ini menjadi pengingat betapa rawannya penerbangan di wilayah pegunungan. Gunung Bulusaraung yang biasanya menjadi destinasi pendakian kini berubah menjadi saksi bisu kecelakaan.