Perkembangan Keselamatan Penerbangan di Dunia
Keselamatan penerbangan kini menjadi fokus utama dalam industri aviasi global. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat lintas negara dan tingginya ekspektasi penumpang terhadap keamanan perjalanan udara, maskapai penerbangan tidak lagi hanya dituntut untuk efisien dan terjangkau, tetapi juga mampu memenuhi standar keselamatan tertinggi yang terus berkembang.
Standar tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas armada, pelatihan awak pesawat, hingga kesiapan menghadapi risiko operasional seperti turbulensi ekstrem. Di tengah tuntutan ini, Vietjet kembali masuk dalam daftar maskapai penerbangan teraman di dunia untuk tahun 2026 versi AirlineRatings. Pengakuan ini memperpanjang rekam jejak Vietjet yang secara konsisten mempertahankan standar keselamatan tinggi di industri penerbangan berbiaya rendah.
AirlineRatings mencatat bahwa sejak 2018, Vietjet secara berkelanjutan meraih peringkat keselamatan tertinggi 7/7. Capaian ini menempatkan maskapai asal Vietnam ini di jajaran teratas maskapai berbiaya rendah dengan kinerja keselamatan terbaik secara global.
Konsistensi sebagai Faktor Utama
CEO AirlineRatings, Sharon Petersen, menilai konsistensi menjadi faktor kunci dalam penilaian tersebut. Menurutnya, Vietjet menunjukkan pertumbuhan yang stabil dengan tetap menjaga kesinambungan armada serta tingkat keandalan operasional yang tinggi.
“Armada pesawat yang relatif muda, didukung catatan keselamatan yang sangat baik selama bertahun-tahun, mencerminkan operasional maskapai yang kuat dan berfokus pada keselamatan,” ujar Sharon melalui keterangannya.
Ia juga menambahkan bahwa sektor penerbangan Vietnam mencatat hasil audit terbaiknya sejauh ini dalam penilaian Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), mencakup aspek keselamatan, keamanan, dan efisiensi transportasi udara internasional.
Evaluasi Komprehensif oleh AirlineRatings
Dalam proses pemeringkatan 2026, AirlineRatings mengevaluasi lebih dari 320 maskapai di seluruh dunia menggunakan indikator komprehensif. Penilaian mencakup rekam jejak insiden, usia armada, standar pelatihan pilot, hingga hasil audit keselamatan internasional.
Tahun ini, perhatian khusus juga diberikan pada aspek mitigasi dan pencegahan risiko turbulensi, seiring meningkatnya kesadaran industri terhadap keselamatan penumpang dalam kondisi cuaca ekstrem.
Armada Modern dan Efisiensi Operasional
Dari sisi operasional, Vietjet mengoperasikan armada modern dan hemat bahan bakar dengan tingkat keandalan teknis mencapai 99,72 persen, salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.
Maskapai ini juga telah mengantongi sertifikasi internasional seperti IOSA (IATA Operational Safety Audit) dan ISAGO untuk keselamatan operasi darat, serta aktif mengikuti berbagai program peningkatan keselamatan yang digagas IATA.
Upaya penguatan keselamatan juga berjalan seiring dengan ekspansi armada. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Vietjet menambah 22 pesawat baru, yang disebut sebagai ekspansi armada terbesar dalam sejarah perusahaan.
Langkah ini dinilai tidak hanya mendukung pertumbuhan jaringan penerbangan domestik dan internasional, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi operasional dan peremajaan armada.
Relevansi bagi Pasar Indonesia
Bagi pasar Indonesia, pencapaian ini juga menjadi relevan mengingat Vietjet saat ini mengoperasikan penerbangan langsung yang menghubungkan Jakarta dan Bali dengan Hanoi serta Ho Chi Minh City.
Keberadaan rute tersebut memperkuat konektivitas udara Indonesia–Vietnam di tengah meningkatnya mobilitas wisata dan bisnis kawasan Asia Tenggara.
Peran AirlineRatings dalam Industri Penerbangan
Sebagai lembaga independen, AirlineRatings dikenal luas sebagai salah satu rujukan global dalam menilai keselamatan dan kualitas maskapai penerbangan.
Dengan metodologi penilaian yang ketat dan transparan, platform ini kerap dijadikan acuan oleh pelaku industri dan wisatawan dalam menilai tingkat keamanan maskapai di tengah dinamika industri penerbangan dunia yang terus berubah.

