Penumpang Kereta Api Memilih Pengembalian Dana Akibat Banjir di Pekalongan
Banyak calon penumpang kereta api memutuskan untuk mengajukan pengembalian dana setelah perjalanan mereka dibatalkan akibat banjir yang terjadi di wilayah Pekalongan. Kejadian ini menimbulkan antrean panjang di beberapa stasiun, termasuk Stasiun Pemalang dan Stasiun Tawang Semarang.
PT KAI Daop 4 Semarang telah memastikan bahwa seluruh pelanggan yang terdampak akan menerima pengembalian uang tiket secara penuh. Hingga Senin pagi, pihak perusahaan masih berupaya memulihkan jalur kereta yang tergenang air akibat banjir.
Pengalaman Faizal Haqiqi
Faizal Haqiqi, salah satu penumpang yang terdampak, memilih mengajukan pengembalian dana setelah tahu bahwa perjalanan Kereta Api Joglosemarkerto yang ia pesan dibatalkan. Ia sedianya berangkat dari Stasiun Pemalang ke Purwokerto pada pukul 09.16 WIB, namun informasi pembatalan diterima saat ia tiba di stasiun, satu jam sebelum keberangkatan.
“Sebelum saya ke stasiun, saya sudah cek di Instagram KAI untuk memastikan perjalanan kereta apa saja yang dibatalkan hari ini,” kata Faizal. “Saya lihat di daftar, Kereta Api Joglosemarkerto tidak masuk dalam daftar (yang dibatalkan).”
Namun, setelah sampai di Stasiun Pemalang dan bertanya kepada petugas di loket, Faizal mengetahui bahwa perjalanan tersebut tetap dibatalkan. Ia akhirnya memutuskan untuk mengajukan pengembalian dana dan kembali pulang dengan naik motor.
“Lumayan capek juga naik motor, tiga jam perjalanan,” keluhnya.
Antrean Panjang di Loket Pembatalan Tiket
Menurut Faizal, saat ia berada di Stasiun Pemalang, terlihat antrean panjang dari calon penumpang lain yang juga mengajukan pengembalian dana. Antrean ini tidak hanya terjadi di Stasiun Pemalang, tetapi juga di Stasiun Semarang Tawang.
Penumpang datang silih berganti untuk mengurus pengembalian uang tiket setelah sejumlah perjalanan kereta api dibatalkan akibat genangan air yang merendam jalur rel di wilayah Pekalongan–Sragi. Antrean di loket terlihat lebih padat dibanding hari biasa, dengan sebagian penumpang membawa koper, ransel, hingga tas kerja.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan suasana peron yang justru lengang, hanya terlihat segelintir orang.
Pengalaman Agung Candra Handoko
Agung Candra Handoko, seorang penumpang lain, mengaku harus membatalkan rencana perjalanan yang seharusnya dilakukan pada Minggu (18/1/2026). Ia mengantre sekitar 20 menit di loket Stasiun Semarang Tawang untuk mengurus pembatalan tiket.
“Seharusnya, saya sama istri, kemarin silaturahmi ke keluarga besar. Cuma, karena ada kendala banjir, kami membatalkan dan enggak jadi berangkat.”
Ia memilih menunda rencana perjalanan dan tetap berada di Semarang.
Alternatif Transportasi untuk Suryani
Suryani, atau yang akrab disapa Ani, menghadapi situasi serupa. Perempuan yang bekerja di Semarang ini terpaksa mencari alternatif transportasi setelah perjalanan kereta api menuju Surabaya dibatalkan. Ia harus pulang ke Surabaya karena suaminya sakit.
“Pakai bus bisa lebih lama dan lebih capek, tapi mau gimana lagi. Saya harus kembali ke Surabaya, suami saya sakit dan saya sudah bawa obatnya,” tuturnya.
Akibat gangguan perjalanan tersebut, keberangkatan Ani juga harus mundur satu hari dari jadwal semula.
Pernyataan PT KAI Daop 4 Semarang
Menurut Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, pembatalan perjalanan kereta api dilakukan sebagai langkah pengamanan menyusul genangan air yang merendam jalur rel di petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi.
“Hingga Senin pagi, jalur tersebut sudah dapat dilalui secara terbatas. Namun, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan serta pengawasan ketat untuk memastikan keselamatan perjalanan.”
Ia menambahkan, pelanggan yang terdampak pembatalan perjalanan berhak mendapatkan pengembalian bea tiket sesuai ketentuan yang berlaku.

