Penumpang Pesawat di Bandara Utama Turun pada September 2025

Penurunan Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Utama Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah penumpang pesawat di Indonesia mengalami penurunan secara bulanan pada September 2025. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa penurunan ini terjadi di sejumlah bandara utama, termasuk Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai.

“Secara keseluruhan, total penumpang angkutan udara domestik turun 5,13 persen menjadi 4,8 juta orang. Sementara penumpang internasional turun 6,96 persen menjadi 1,8 juta orang pada September 2025,” ujar Pudji dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, 3 November 2025.

Penurunan Terbesar di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Pudji menjelaskan bahwa khusus untuk penerbangan domestik, penurunan jumlah penumpang terbesar terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai sebesar 15,07 persen. Diikuti oleh Kualanamu dengan penurunan 6,62 persen, Soekarno-Hatta dengan penurunan 5,46 persen, Hasanuddin dengan penurunan 3,43 persen, dan Juanda dengan penurunan 1,97 persen.

Baca Juga  10 Pesawat Terbesar di Dunia, Mulai dari Antonov hingga Stratolaunch

Kondisi serupa juga terjadi pada penerbangan internasional. Jumlah penumpang di Bandara Hasanuddin tercatat turun 17,37 persen, diikuti Ngurah Rai dengan penurunan 9,02 persen, Soekarno-Hatta dengan penurunan 7,21 persen, Kualanamu dengan penurunan 1,95 persen, dan Juanda dengan penurunan 1,79 persen.

Pudji menambahkan bahwa penurunan di Bandara Ngurah Rai juga dipengaruhi oleh berakhirnya musim liburan di sejumlah negara yang selama ini menjadi pasar utama wisatawan asing ke Bali.

Peningkatan Mobilitas Masyarakat Selama Libur Panjang

Selain angkutan udara, BPS juga mencatat peningkatan jumlah penumpang pada moda transportasi lain. Peningkatan terjadi pada angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP), yang naik 1,46 persen secara bulanan menjadi 3,9 juta orang. “Peningkatan ini dipicu oleh lonjakan mobilitas masyarakat selama libur panjang akhir pekan,” jelas Pudji.

Secara kumulatif, sepanjang Januari–September 2025, jumlah penumpang ASDP mencapai 39,2 juta orang. Angka ini naik 15,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan Penumpang di Pelabuhan Utama

Pudji merinci bahwa kenaikan penumpang tercatat di seluruh pelabuhan utama, antara lain Bakauheni dengan kenaikan 32,40 persen, Ketapang dengan kenaikan 26,81 persen, Merak dengan kenaikan 24,56 persen, Gilimanuk dengan kenaikan 20,41 persen, dan Pototano dengan kenaikan 9,93 persen.

Penurunan Jumlah Penumpang di Transportasi Laut dan Kereta Api

Selain angkutan udara, BPS juga mencatat penurunan jumlah penumpang di moda transportasi lain. Penumpang angkutan laut domestik turun 5,62 persen menjadi 2,3 juta orang. Sedangkan penumpang kereta api turun 1,23 persen menjadi 45 juta orang.

Meski demikian, kata Pudji, hampir semua moda transportasi mengalami peningkatan jumlah penumpang secara tahunan (year-on-year), kecuali angkutan udara domestik. “Kenaikan tertinggi terjadi pada angkutan laut domestik yang naik 12,57 persen, sementara angkutan udara domestik justru turun 11,24 persen,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

error: Content is protected !!