Pengusaha Wisata Thailand Khawatir Akibat Konflik Perbatasan

, Jakarta– Aktifis wisata di kawasan Timur LautThailandkhawatir terjadinya bentrokan dengan Kamboja akan berdampak signifikan pada sektor pariwisata. Jika bentrokan tidak dapat diselesaikan dalam waktu dekat, wisatawan lokal maupun asing tidak akan berkunjung ke daerah-daerah lain di Thailand.

Rungroj Santadvanit, ketua Asosiasi Hotel Thailand cabang timur laut, menyatakan bahwa hotel-hotel di kawasan timur laut mengawasi secara ketat bentrokan di sekitar perbatasan kemarin, dan memperkirakanwisatawanwarga setempat mungkin akan membatalkan perjalanan mereka ke provinsi sekitar.

Persoalan dapat diatasi dalam jangka waktu yang singkat

Terlebih setelah kejadian bentrokan denganKambojayang menyebabkan kematian warga sipil. Ia berharap pemerintah segera menyelesaikan isu ini dalam waktu tiga hingga tujuh hari agar dapat memulihkan kondisi keamanan. Jika konflik terus berlangsung, akan semakin banyak wisatawan lokal yang beralih ke tempat tujuan lain. Demikian pula dengan wisatawan asing, mungkin akan menghindari berkunjung ke wilayah tersebut.

Baca Juga  Wisatawan ke Sumsel Naik 57,33%, ASITA: Peluang Besar

“Kami berharap pemerintah segera mengurangi ketegangan yang sedang terjadi. Jika bentrokan terus berlangsung atau memburuk, sektor pariwisata akan mengalami dampak yang lebih besar akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan. Saat ini, banyak tempat wisata di sepanjang perbatasan telah ditutup sementara,” ujar Rungroj dilansir dariBangkok Post.

Berbeda dengan kota-kota wisata seperti Bangkok, Phuket, dan Pattaya, di mana hotelnya dikelola oleh jaringan internasional atau dimiliki oleh investor yang memiliki kondisi keuangan yang stabil. Mayoritas pengelola hotel di wilayah utara bersifat mandiri, mengandalkan pinjaman perbankan, dan sangat bergantung pada penggunaan dari masyarakat setempat.

Sebelum konflik antara Thailand dan Kamboja meletus, tingkat okupansi hotel di kawasan timur laut bawah hanya sebesar 40 persen, sementara harga kamar rata-rata mengalami penurunan sebesar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pengeluaran pemerintah, seperti untuk kegiatan rapat dan seminar.

Peringatan perjalanan ke Thailand

Beberapa negara mengeluarkan peringatan perjalanan ke Thailand setelah terjadi bentrokan antara Thailand dan Kamboja di sepanjang wilayah perbatasan yang sedang dipersengketakan. Pertikaian ini menyebabkan banyak korban jiwa dan memperburuk hubungan antara kedua negara, serta menimbulkan ketegangan diplomatik yang signifikan.

Dikutip dari Tour and Travel World, Konsulat Amerika Serikat (AS) di Thailand telah mengeluarkan peringatan keamanan yang meminta warga negara AS untuk lebih waspada mengingat bentrokan yang sedang berlangsung di perbatasan. Konsulat menyarankan para wisatawan untuk menjauhi daerah perbatasan yang terkena dampak dan mematuhi petunjuk dari pihak berwenang setempat.

Kementerian Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris (FCDO) juga mengimbau para wisatawan agar lebih waspada di kawasan perbatasan serta mematuhi petunjuk dari pihak berwenang setempat. FCDO juga menyebutkan adanya ranjau darat yang belum meledak di area tersebut.

Pemerintah Kanada mengingatkan para wisatawan untuk lebih waspada saat berada di Kamboja, khususnya di sekitar perbatasan dengan Thailand. Di sisi lain, Layanan Smartraveller Pemerintah Australia menyarankan pengunjung untuk mengambil langkah-langkah keamanan biasa saat berada di Kamboja. Sistem Peringatan Perjalanan Luar Negeri Pemerintah Hong Kong juga telah memberikan peringatan kuning terhadap Thailand dan Kamboja. Peringatan ini bertujuan agar masyarakat tetap mengawasi situasi serta berhati-hati ketika melakukan perjalanan ke negara-negara tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

error: Content is protected !!