AA1zw29D.jpg

Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Hilang di Maros Dilanjutkan Pagi Ini

Pencarian Pesawat yang Hilang Kontak Dilanjutkan Pagi Ini

Pencarian terhadap pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak dilanjutkan pagi ini, setelah sebelumnya harus dihentikan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Keputusan tersebut diambil oleh Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya Mohammad Syafii, setelah melihat situasi di sekitar wilayah pencarian di Kabupaten Maros.

Menurut Syafii, dalam beberapa kali penerbangan untuk mencari pesawat tersebut, pesawat yang digunakan sering mengalami gangguan akibat kondisi cuaca yang tidak stabil. “Setelah terbang di sana, memang karena kondisi cuaca yang in-out nabrak awan keluar awan, sehingga pencarian dari udara belum maksimal dan akan dilanjutkan besok pagi,” ujarnya dalam tayangan Kompas TV.

Selain itu, pencarian lewat jalur darat juga tetap berlangsung dengan bantuan masyarakat setempat. Tim SAR terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan keberadaan pesawat yang hilang kontak tersebut.

Baca Juga  KNKT: Pesawat ATR Hilang Kontak Terbakar Akibat Tabrakan Lereng

Tantangan Utama dalam Operasi Pencarian

Salah satu tantangan besar dalam pencarian pesawat ATR 42-500 adalah kondisi cuaca yang buruk. Cuaca yang tidak menentu membuat operasi pencarian dari udara harus dihentikan sementara. “Jadi yang dihentikan mungkin Anda kutip kegiatan air searching menggunakan pesawat, itu sudah pasti kita hentikan karena kondisi cuaca,” jelas Syafii.

Ia menjelaskan bahwa selama pencarian, pesawat yang digunakan sering kali masuk ke dalam awan tebal, lalu keluar lagi. Hal ini memberikan gangguan signifikan terhadap operasi pencarian. Selain itu, kondisi cahaya malam yang minim juga menjadi alasan utama untuk menghentikan pencarian dari udara hari ini.

“Sehingga pencarian dari udara belum maksimal dan akan dilanjutkan besok pagi,” tambah Syafii.

Informasi Terkini tentang Pesawat yang Hilang Kontak

Peristiwa pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dilaporkan terjadi saat melintasi wilayah Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, dengan tujuan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Baca Juga  Diskon 20% Tol Trans Jawa Saat Nataru, Cek Jadwalnya!

Berdasarkan jadwal penerbangan, pesawat seharusnya mendarat sekitar pukul 12.20 Wita. Namun, hingga melewati waktu pendaratan yang ditentukan, pesawat belum juga tiba di Makassar dan keberadaannya masih tidak dapat dipastikan.

Operasi pencarian terus berlangsung dengan berbagai metode, baik melalui udara maupun darat. Tim SAR bersinergi dengan masyarakat setempat untuk mempercepat proses pencarian dan menemukan keberadaan pesawat yang hilang kontak tersebut.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses