AA1Up2j1.jpg

Lebih dari 400 petugas gabungan cari pesawat ATR di Maros

Tim SAR Gabungan Dikerahkan untuk Mencari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Sebanyak lebih dari 400 personel dari berbagai instansi telah dikerahkan dalam upaya pencarian pesawat jenis ATR yang diduga jatuh di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pencarian ini dilakukan setelah pesawat tersebut kehilangan kontak saat dalam penerbangan pada hari Sabtu (17/1). Tim SAR gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, Damkar, serta instansi lainnya.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa jumlah personel yang terlibat mencapai 476 orang. Personel ini berasal dari berbagai sumber, termasuk pihak pemerintah, instansi-instansi lainnya, dan bahkan mahasiswa serta potensi SAR yang ada di Sulawesi Selatan.

Persiapan Alat dan Teknik Pencarian

Untuk mendukung operasi di lapangan, tim SAR gabungan juga menyiapkan sejumlah peralatan khusus yang disesuaikan dengan kondisi medan. Alat-alat ini digunakan untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi jika titik jatuh pesawat telah dapat dipastikan secara aman.

Baca Juga  Pesona Garut yang Tak Pernah Pudar! 10 Wisata Populer yang Harus Dikunjungi

“Kami membawa peralatan ekstrikasi apabila dibutuhkan. Kami juga menggunakan HT dengan memasang repeater yang sudah terpasang. Untuk alat komunikasi pendukung, kami juga membawa Starlink Portable,” ujar Andi Sultan.

Pembagian tugas dalam pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi beberapa sektor kerja. Pembagian ini bertujuan agar penyisiran dapat berjalan lebih terfokus dan sistematis, mengingat area pencarian yang cukup luas dan memiliki kontur berbukit serta jurang.

“Tim terbagi atas lima sektor yang sudah kita tentukan ABCD-nya. Dan tadi sudah dilepas sama Bapak Danrem untuk tim satu, tim maju,” tambahnya.

Temuan Awal di Lapangan

Terkait temuan awal di lapangan, Andi Sultan menyampaikan bahwa ditemukan dugaan serpihan-serpihan. Namun, ia belum menjelaskan secara pasti temuan tersebut. Penentuan lebih lanjut akan menunggu hasil analisis dari pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Untuk masalah serpihan-serpihan, kami belum bisa memastikan bahwa ini adalah serpihan pesawat, tetapi melihat dari tanda sudah ada ciri yang bisa sedikit dan itu juga kami nanti dari KNKT yang memutuskan bahwa seperti ini, badan pesawat ini,” ujarnya.

Baca Juga  Diskon 20% Tol Trans Jawa Saat Nataru, Cek Jadwalnya!

Latar Belakang Kehilangan Kontak Pesawat

Sebelumnya, sebuah pesawat tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dikabarkan hilang kontak saat dalam penerbangan. Pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport tersebut dilaporkan kehilangan komunikasi ketika berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pesawat hilang kontak pada pukul 13.17 Wita di sekitar perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Pesawat yang melayani rute Jogjakarta–Makassar itu diperkirakan membawa 11 orang, terdiri dari delapan awak kabin dan tiga penumpang.

Upaya Pencarian yang Terus Berlangsung

Hingga saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Mereka bekerja keras untuk menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan memberikan bantuan kepada para penumpang dan awak kabin. Proses pencarian ini membutuhkan koordinasi yang baik antara berbagai instansi serta penggunaan alat dan teknologi yang sesuai dengan kondisi medan.

Seluruh masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi apabila mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kehilangan kontak pesawat tersebut. Dengan dukungan dari semua pihak, harapan besar untuk menemukan pesawat dan memberikan bantuan kepada para penumpang terus berlanjut.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses