Kapal pesiar kembali berlayar melalui Terusan Suez di Mesir setelah hampir dua tahun tidak dilalui. Kanal yang menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah ini selama beberapa waktu terakhir dihindari oleh perusahaan pelayaran akibat konflik di wilayah Gaza. Kini, dua kapal pesiar dari perusahaan Yunani, Celestyal, akan melintasi terusan tersebut pada November 2025.
Perusahaan pelayaran tersebut menjadwalkan dua kapalnya untuk melakukan perjalanan melintasi Terusan Suez. Kapal pertama, Celestyal Journey, akan berangkat dari Piraeus pada 22 November, sedangkan kapal kedua, Celestyal Harmony, akan berangkat dari Lavrio pada 28 November. Pelayaran ini merupakan bagian dari rencana peralihan dari program musim panas di Mediterania ke musim dingin di Teluk Persia.
Pelayaran pertama akan berlangsung selama seminggu. Kapal akan singgah di Marmaris, Turki, serta Port Said, di ujung utara Terusan Suez. Setelah melewati terusan, kapal akan berlabuh di pelabuhan Sharm el-Sheikh dan Safaga di Mesir sebelum akhirnya tiba di Jeddah, Arab Saudi.
Lee Haslett, kepala komersial Celestyal Cruises, menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun sebuah kapal pesiar benar-benar membawa penumpang melalui Terusan Suez. “Kami telah bekerja sama dengan berbagai otoritas pemerintah, dan kami yakin bahwa saat ini wilayah ini sangat aman untuk berlayar. Selain itu, ini merupakan kesempatan luar biasa untuk mengunjungi pelabuhan-pelabuhan yang belum dibuka selama dua tahun terakhir.”
Kapal Pesiar Tanpa Penumpang
Sejak tahun lalu, kapal pesiar telah melintasi Terusan Suez, tetapi tanpa penumpang. Namun, Aroya, sebuah kapal pesiar asal Saudi, telah melakukan perjalanan dengan penumpang. Pelayaran ini diklaim diminati banyak wisatawan. Haslett mengatakan, pelayaran tersebut hampir penuh setelah dijual beberapa minggu. Tapi, beberapa kabin masih tersedia, mulai dari £828 atau sekitar Rp 16 juta per orang. “Kabin-kabin ini telah dijual selama lebih dari tujuh minggu, dan kami sudah hampir penuh untuk segmen tujuh malam itu,” katanya.
Pelayaran ini biasanya singgah di Aqaba, Yordania. Dari pelabuhan ini, wisatawan akan naik ke daratan dan mengunjungi tempat-tempat menarik seperti Petra dan gurun Wadi Rum. Tapi dalam rencana perjalanan ini, Aqaba tidak disinggahi. “Kami akan mengunjungi Aqaba, tetapi baru pada pelayaran tahun depan. Kami harus melakukan beberapa penyesuaian pada rencana perjalanan karena kami harus mencapai Jeddah dalam kurun waktu tujuh hari.”



