Wisata Nonpantai yang Menarik di Gunungkidul
Gunungkidul menawarkan berbagai pilihan wisata yang tidak hanya terbatas pada pantai. Wilayah ini memiliki destinasi wisata alam yang sangat menarik, seperti telaga, goa, air terjun, perbukitan, dan geopark. Setiap tempat memiliki daya tarik unik baik dari segi lanskap alam, fenomena geologi, maupun aktivitas wisata yang bisa dinikmati.
Akses yang mudah dan biaya yang terjangkau menjadikan Gunungkidul sebagai alternatif wisata yang layak dikunjungi selain pantai. Meskipun dikenal dengan deretan pantai berpasir putih dan tebing karst yang ikonik, kawasan ini juga menyimpan banyak destinasi wisata lain yang tak kalah menarik.
Berikut adalah tujuh destinasi wisata di Gunungkidul yang sedang hits selain pantai:
1. Telaga Biru Semin
Telaga Biru Semin merupakan salah satu destinasi dengan kejernihan airnya. Berlokasi di Karangwuni, Weru, Candirejo, Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berada di kawasan perbukitan karst Semin, telaga ini terbentuk dari bekas aktivitas penambangan kapur yang kemudian terisi air hujan dan mata air alami.
Telaga ini sering disamakan dengan “mini Grand Canyon” karena formasi tebing kapur putih yang kontras dengan kejernihan air dengan warna biru kehijauan yang khas. Wisata ini merupakan hasil swadaya masyarakat, sehingga fasilitas yang tersedia cukup terbatas. Akses menuju lokasi belum tertata rapi dengan melewati perkampungan dan perswahan, untuk memudahkan, pengunjung dapat menggunakan navigasi maps.
Harga Tiket Masuk: Gratis
2. Wisata Kali Ngreneng
Wisata Kali Ngreneng terletak di Wedi Utah, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Destinasi ini merupakan kolam pemandian alami yang bersumber dari mata air yang keluar melalui celah goa kecil di kawasan karst. Keberadaan mata air tersebut menjadikan Kali Ngreneng sebagai salah satu contoh potensi wisata air berbasis alam yang masih terjaga keasriannya.
Menurut keterangan resmi Pemerintah Kalurahan Ngeposari, dari dalam goa Kali Ngreneng mengalir sungai bawah tanah yang diyakini masih satu sistem hidrologi dengan sungai bawah tanah di Goa Bribin. Kolam pemandian mata air Ngreneng memiliki warna hijau kebiru-biruan yang khas. Pantulan cahaya pada air serta dinding batu kapur di sekitarnya membuat tempat ini kerap dijuluki Telaga Biru atau Blue Lagoon.
Wisatawan yang berkunjung dapat menikmati aktivitas berenang atau mandi langsung di sumber mata air, karena airnya bersih, dingin, dan menyegarkan.
Harga Tiket Masuk: Gratis
3. Bukit Shoka
Bukit Shoka merupakan salah satu spot favorit untuk menikmati matahari terbenam yang berada di kawasan hutan Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya yang berada di sisi barat kawasan Pantai Parangtritis menjadikan Bukit Shoka memiliki panorama pesisir selatan, dengan perpaduan perbukitan hijau dan bentang laut Samudra Hindia yang luas.
Pengunjung dapat duduk santai di area bukit sambil menikmati angin laut dan pemandangan Pantai Parangtritis dari ketinggian. Akses menuju lokasi relatif mudah karena berada di jalur wisata Parangtritis, meskipun tetap disarankan berhati-hati karena beberapa titik jalan berupa kawasan hutan.
Harga tiket masuk: Rp10.000 (biaya retribusi masuk)
4. Goa Jomblang
Goa Jomblang merupakan destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Gunungkidul yang menawarkan pengalaman penyusuran goa vertikal dengan konsep edukasi dan petualangan. Berlokasi di Kalurahan Jetis Wetan, Semanu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Goa Jomblang dikenal sebagai kawasan karst aktif yang menyimpan kekayaan geologi, biota, serta vegetasi purba yang masih terjaga hingga saat ini.
Berdasarkan informasi resmi dari pengelola Goa Jomblang, goa ini terbentuk akibat proses geologi berupa amblesnya tanah beserta vegetasi di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu. Peristiwa alam tersebut membentuk sebuah sinkhole atau sumuran vertikal yang dalam istilah Jawa dikenal sebagai luweng. Dari proses inilah terbentuk Luweng Jomblang, sebuah goa vertikal dengan kedalaman sekitar 60 meter yang memiliki hutan purba di dasarnya.
Keunikan lainnya, luweng ini terhubung dengan mulut goa horizontal berdiameter kurang lebih 50 meter, menciptakan ekosistem alami yang sangat khas. Untuk menikmati keindahan Goa Jomblang, pengelola menyediakan dua pilihan paket wisata, yaitu paket trip dan paket caving. Seluruh aktivitas dilakukan dengan standar keselamatan caving goa vertikal. Wisatawan akan dibekali peralatan khusus seperti tali, harness, helm, dan sepatu, serta didampingi pemandu berpengalaman yang telah tersertifikasi.
Waktu kunjungan pun diatur agar wisatawan dapat menyaksikan momen ikonik berupa sinar matahari yang menembus celah goa dan jatuh tepat ke dasar luweng. Fenomena ini dikenal dengan sebutan “cahaya surga” dan biasanya muncul pada rentang waktu tertentu.
Bagi kamu yang tertarik mencoba pengalaman wisata ekstrem ini, pemesanan tiket hanya dapat dilakukan melalui laman resmi Goa Jomblang untuk memastikan kuota dan jadwal kunjungan.
Harga tiket masuk: menyesuaikan paket, untuk cavetubing Rp500.000 per orang sudah termasuk tiket masuk, guide, insuransi, peralatan, minum dan makan siang, kendaraan mobil, supir dan bensin.
5. Air Terjun Sri Gethuk
Air Terjun Sri Gethuk merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Gunungkidul yang terletak di tepi Sungai Oya. Berlokasi di Menggoran, Bleberan, Playen, Daerah Istimewa Yogyakarta, air terjun ini memiliki keunikan akses karena pengunjung harus menyeberangi Sungai Oya menggunakan rakit tradisional. Waktu tempuh penyeberangan sekitar lima menit, dengan pemandangan tebing kapur dan aliran sungai yang masih alami.
Pengunjung dapat menikmati keindahan panorama karst dan suasana alam dengan tebing kapur mengapit aliran air terjun yang jernih. Berbagai aktivitas juga dapat dilakukan disana, diantaranya berenang, cliff jumpingg, dan menyusuri dengan rakit.
Kawasan wisata Sri Gethuk juga dikelola berbasis masyarakat dengan fasilitas pendukung yang cukup memadai, seperti area parkir, jalur pejalan kaki, dan pemandu lokal. Pengelola tetap mengimbau wisatawan untuk mematuhi aturan keselamatan demi menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan.
Harga tiket masuk : Rp15.000 per orang, untuk sewa alat tambahan seperti rakit dan pelampung harga terpisah.
6. Puncak Segoro
Puncak Segoro merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul yang dikenal sebagai spot favorit untuk menikmati panorama lautan lepas dari ketinggian tebing. Destinasi ini berlokasi di Wiloso, Girikarto, Panggang, Gunung Kidul. Dari pusat Kota Yogyakarta, waktu tempuh menuju Puncak Segoro sekitar 1,5 jam perjalanan darat dengan kondisi jalan yang sebagian besar sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan pribadi.
Berdasarkan informasi laman wisata Gunungkidul, Puncak Segoro berada di kawasan perbukitan karst pesisir selatan yang langsung menghadap Samudra Hindia. Dari atas tebing, pengunjung dapat menyaksikan bentang laut luas dengan ombak khas pantai selatan, berpadu dengan angin laut yang sejuk. Lanskap ini menjadikan Puncak Segoro kerap dipilih sebagai lokasi berburu foto, terutama saat cuaca cerah dan menjelang sore hari.
Harga tiket masuk: Rp75.000 per orang sudah termasuk pp gondola, bebas akses foto, dan voucher makan senilai Rp25.000.
7. Gunung Api Purba Nglanggeran
Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan destinasi wisata alam dan geologi di Kabupaten Gunungkidul. Berlokasi di Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Daerah Istimewa Yogyakarta, kawasan ini menjadi bagian dari Gunung Sewu UNESCO Global Geopark.
Dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, Gunung Api Purba menjadi spot favorit untuk menikmati matahari terbit serta panorama Gunung Lima Jari. Untuk mencapai puncak, pengunjung membutuhkan waktu sekitar 60 menit melalui jalur pendakian yang telah tertata. Jalur ini dilengkapi pegangan besi, tangga batu, dan papan penunjuk arah guna menunjang keselamatan. Meskipun tergolong ramah bagi pendaki pemula, pengunjung tetap disarankan mengenakan alas kaki yang nyaman karena medan didominasi bebatuan.
Harga tiket masuk: Rp15.000 dan parkir Rp2.000.
Ketujuh destinasi wisata ini menjadi rekomendasi di Gunung Kidul untuk beralih dari pantainya. Semoga dapat membantu.

