pesawat-tni-jatuh-di-gunung-bromo-16112023.jpg

Fakta Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung: Misi, Kronologi, dan Keterangan Saksi

Penjelasan Awal Peristiwa Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada hari Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 WITA. Pesawat ini disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melakukan patroli udara di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara RI 712.

Di dalam pesawat tersebut terdapat 3 staf KKP yang merupakan anggota tim air surveillance dari Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), serta 7 kru yang bertugas. Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta Pusat, Kepala KKP, Sakti, menyatakan bahwa benar ada pegawai KKP yang sedang menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara.

Kepala Basarnas, Marsdya Mohammad Syafii, juga membenarkan bahwa pesawat tersebut sedang dalam misi patroli udara dan bukan dalam perjalanan mengangkut penumpang dari Yogyakarta ke Makassar.

Kronologi Kecelakaan

Pesawat ATR 42-500 yang dipiloti oleh Capt Andy Dahananto dilaporkan kehilangan komunikasi setelah menerima arahan terakhir dari Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC). Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, pesawat tersebut sedang melakukan pendekatan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Baca Juga  Presiden Prabowo Tiba di Indonesia, Langsung Pantau Pesawat Angkut A400M Airbus

Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya. ATC memberikan arahan koreksi posisi, tetapi setelah penyampaian arahan terakhir, komunikasi dengan pesawat terputus dan dinyatakan loss contact.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, ATC Makassar langsung mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) dan berkoordinasi dengan Basarnas serta aparat kepolisian. AirNav Indonesia Cabang MATSC juga segera menghubungi Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat dan Polres Maros untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan.

Daftar Korban

Berikut adalah daftar lengkap korban jatuhnya Pesawat ATR 42-500:

Tim air surveillance dari PSDKP:

  • Ferry Irrawan, Penata Muda Tingkat I, jabatan Analis Kapal Pengawas.
  • Deden Mulyana, Penata Muda Tingkat I, jabatan Pengelola Barang Milik Negara.
  • Yoga Nauval, Operator Foto Udara.

7 kru pesawat:

  • Capt. Andy Dahananto
  • Yudha Mahardika
  • Hariadi
  • Franky D Tanamal
  • Junaidi
  • Florencia Lolita
  • Esther Aprilita S

Keterangan Saksi Mata

Dua pendaki muda, Reski (20) dan Muslimin (18), menjadi saksi mata langsung detik-detik kecelakaan pesawat. Saat kejadian, mereka berada di puncak Bulusaraung. Tanpa peringatan, sebuah pesawat melintas rendah di hadapan mereka.

Baca Juga  Penumpang Pesawat di Bandara Utama Turun pada September 2025

“Saya lihat pesawatnya dikikis itu gunung (Bulusaraung), lalu meledak dan terbakar. Sekitar jam 1 siang (13.00 WITA),” kata Reski. Dalam hitungan detik, pesawat itu menghantam lereng gunung, ledakan disertai api membuat Reski dan Muslimin terpaku ketakutan.

Reski mengatakan, jaraknya dengan lokasi ledakan hanya sekitar 100 meter. Setelah ledakan terjadi, dia menemukan sejumlah serpihan badan pesawat yang memuat logo Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta beberapa dokumen yang ikut terhambur.

Tim Spesialis ATR 42-500 Perancis Menginvestigasi Kecelakaan

Manajemen pabrikan pesawat ATR 42-500 di Toulouse, Perancis, Minggu hari ini akan mengirim teknisi spesialis insiden ke pegunungan Bulusaraung (1.535 mdpl) di perbatasan tiga kabupaten di Sulsel. Rencana ini dikemukakan Media Relation ATR Charlotte GIURIA dan Jeanne CAUMONT, dilansir situs resmi perusahaan.

“Tim spesialis kami akan bergabung dan mendukung penuh investigasi kecelakaan ini bersama tim dan operator di Indonesia,” demikian siaran pers yang dilansir di www.atr-aircraft.com.

Baca Juga  Sudah 2 Unit A400M, Prabowo Rencanakan Tambah 4 Lagi

Pesawat ATR 42-500 Berusia 25 Tahun

Pesawat ATR 42-500 tersebut disebutkan sudah berusia 25,3 tahun dan pertama kali terbang pada Selasa, 10 Oktober 2000, dari pabrikannya di Toulouse, Perancis. ATR sendiri merupakan singkatan dari Avions de Transport Régional, yaitu pesawat turboprop buatan kerja sama Perancis–Italia.

Adapun, ATR merupakan perusahaan patungan (joint-venture) Airbus (Perancis) dengan Leonardo (Italia). Pesawat ATR umumnya digunakan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah, terutama rute antardaerah.

Dikutip dari Planespotters.net, PK-THT pertama kali dioperasikan Air Dolomiti pada Maret 2001 hingga 2010. Air Dolomiti adalah maskapai asal Italia yang didirikan pada 1989 dan kini menjadi anak perusahaan Lufthansa Group. Maskapai ini banyak melayani rute regional Eropa, terutama penerbangan dari dan ke Italia–Jerman.

Kemudian, pada Juli 2010, PK-THT diambil alih Indonesia Air Transport, yang saat itu mayoritas sahamnya dimiliki MNC Group. Indonesia Air Transport kemudian menyewakannya kepada Vale hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan.


Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses