Lembaga pelatihan kerja PSPP Penerbangan secara resmi mengumumkan rincian biaya sekolah penerbangan untuk tahun ajaran 2026/2027. Berdasarkan infografis terbaru yang dirilis manajemen, total biaya investasi pendidikan untuk program jurusan AVSEC, Pramugari, dan Staff Penerbangan dipatok bervariasi mulai dari Rp30 juta hingga Rp32 juta yang dapat diangsur dalam empat tahap pembayaran.

Pengumuman struktur pembiayaan ini dirilis untuk memberikan kepastian finansial bagi para calon peserta didik yang berniat meniti karier di industri aviasi nasional maupun internasional. Lonjakan kebutuhan tenaga kerja bandara pascapandemi mendorong tingginya minat generasi muda untuk mendaftarkan diri pada lembaga pelatihan resmi.
Rincian Biaya per Jurusan di PSPP Penerbangan
Dalam lembar publikasi resmi lembaga tersebut, struktur anggaran dibagi secara transparan berdasarkan pilihan program studi. Calon peserta didik dapat memilih tiga jurusan utama yang tersedia dengan skema cicilan yang sama, yakni dibagi menjadi empat tahap pelunasan.
Jurusan AVSEC dan Staff Penerbangan
Untuk program Aviation Security (AVSEC) dan Staff Penerbangan, total biaya pendidikan ditetapkan sebesar Rp30 juta. Skema pembayaran dibagi menjadi:
- Tahap 1: Rp10.000.000
- Tahap 2: Rp7.000.000
- Tahap 3: Rp7.000.000
- Tahap 4: Rp6.000.000
Jurusan Pramugari
Sementara itu, untuk program pendidikan Pramugari, total investasi dipatok sedikit lebih tinggi, yakni Rp32 juta. Rincian pembayarannya meliputi:
- Tahap 1: Rp10.000.000
- Tahap 2: Rp8.000.000
- Tahap 3: Rp8.000.000
- Tahap 4: Rp6.000.000
Peluang Karier Sektor Aviasi 2026
Menanggapi kebijakan finansial tersebut, pengamat industri penerbangan menilai bahwa besaran biaya yang dikeluarkan sebanding dengan standar kompetensi yang diperoleh peserta didik selama masa pelatihan. Keterampilan teknis maupun nonteknis yang diajarkan dirancang langsung untuk memenuhi kualifikasi maskapai penerbangan komersial.
“Investasi pendidikan di sektor aviasi menuntut standar kedisiplinan yang tinggi. Calon siswa dipersiapkan tidak hanya menguasai aspek operasional darat dan udara, tetapi juga kemampuan komunikasi dan keselamatan kerja,” ujar salah satu praktisi pendidikan aviasi saat dihubungi pada Selasa.
Bagi masyarakat yang berminat mendaftar, pihak manajemen mengimbau agar calon peserta mengakses kanal informasi resmi untuk menghindari penipuan atau oknum yang mengatasnamakan lembaga terkait.
