JAKARTA – Pesawat angkut berat Airbus A400M yang baru saja tiba di Pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) atau Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, disebut memiliki kemampuan menjadi pesawat pemadam kebakaran udara. Dengan kapasitas yang besar, pesawat ini mampu membawa hingga 20.000 liter air atau bahan retardant dalam satu kali misi.
Karl-Heinz Grossman, Head of International at Airbus Defence and Space, menyatakan bahwa kemampuan baru ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menanggulangi kebakaran hutan di wilayah-wilayah terpencil dan sulit dijangkau. A400M dirancang untuk berbagai misi, mulai dari angkutan kargo, transportasi pasukan, evakuasi medis (MEDEVAC), hingga operasi kemanusiaan.
Fitur Utama Pesawat A400M
Berikut beberapa fitur utama dari pesawat A400M:
- Kemampuan Angkut: Pesawat ini mampu membawa beban hingga 37 ton, termasuk helikopter, kendaraan, dan bantuan logistik.
- Jarak Tempuh: Dengan muatan sekitar 30 ton, A400M dapat terbang sejauh 2.400 mil laut, jarak yang mencakup seluruh wilayah kepulauan Indonesia dari Jakarta.
- Fleksibilitas Operasional: A400M juga dapat beroperasi di landasan pacu pendek atau tidak beraspal, serta berperan sebagai pesawat pengisian bahan bakar di udara.
- Ketinggian dan Kecepatan: Pesawat ini bisa mencapai ketinggian maksimal pada 40.000 kaki dan memiliki kecepatan maksimal sampai 0,72 Mach.
- Kapasitas Bahan Bakar: Dilengkapi dengan empat mesin turboprop, pesawat ini memiliki tangki bahan bakar berkapasitas maksimal 51 ton, sehingga bisa dioperasikan untuk misi dengan periode yang lebih lama.
Pemanfaatan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP)
Misi penyelamatan seperti itu termasuk dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yaitu berbagai operasi yang dilakukan TNI Angkatan Udara bukan dalam konteks perang, melainkan untuk mendukung tugas negara di masa damai. Istilah OMSP tercantum dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, Pasal 7 ayat (2).
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa TNI memiliki dua tugas pokok, yakni Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan OMSP. Beragam kegiatan TNI AU yang termasuk OMSP antara lain bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, seperti pengiriman logistik ke wilayah terdampak gempa, banjir, atau kebakaran hutan.
Selain itu, TNI AU juga menjalankan misi evakuasi medis udara (Air MEDEVAC), penerjunan bantuan di daerah terpencil, penerbangan VIP/VVIP untuk kegiatan kenegaraan, pengamanan obyek vital nasional dan perbatasan udara, pencarian dan penyelamatan (SAR), serta operasi udara untuk mendukung misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.
Sejarah Penyerahan Pesawat A400M
Sebagai informasi, Airbus A400M adalah pesawat transport militer bermesin empat turboprop. Pesawat ini dirancang oleh divisi militer Airbus untuk mengganti atau melengkapi pesawat yang digunakan dalam peran angkutan udara taktis.
Pesawat ini juga beberapa kali pernah dipamerkan oleh Airbus di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, seperti pada Maret 2017 dan Agustus 2018. Bahkan, A400M milik AU Perancis juga pernah dipakai untuk mengirim bantuan ke Lombok saat dilanda gempa bumi pada Agustus 2018.
Kehadiran A400M di Indonesia
Airbus Defence and Space telah menyerahkan pesawat A400M pertama kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, menandai tonggak bersejarah dalam upaya modernisasi kemampuan angkut udara militer Indonesia. Pesawat angkut taktis berat ini akan dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU). Upacara penyerahan berlangsung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, setelah sebelumnya dilakukan serah terima pesawat di fasilitas Airbus di Seville, Spanyol.
Pesawat ini merupakan unit pertama dari dua pesawat A400M yang dipesan Indonesia pada tahun 2021. Unit kedua dijadwalkan akan dikirimkan pada tahun 2026. “Hari ini kami dengan bangga menyambut Indonesia sebagai operator kesepuluh pesawat A400M,” ujar Karl-Heinz Grossman, Head of International at Airbus Defence and Space.
Sebagai konteks dari penyerahan pesawat A400M ini, Indonesia akan mengkaji potensi mengintegrasikan perangkat pemadam kebakaran (firefighting kit) pesawat A400M yang baru dikembangkan pada kedua pesawat tersebut. Perangkat modular roll-on/roll-off ini memungkinkan pesawat A400M untuk dikonfigurasi dengan cepat menjadi pesawat pemadam kebakaran udara, yang mampu membawa hingga 20.000 liter air atau bahan retardant dalam satu kali misi.
Kapabilitas baru ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menanggulangi kebakaran hutan di wilayah-wilayah terpencil dan sulit dijangkau. A400M yang diserahkan ke Indonesia memiliki konfigurasi untuk berbagai misi, termasuk angkutan kargo, transportasi pasukan, evakuasi medis (MEDEVAC), dan misi kemanusiaan. Pesawat ini mampu mengangkut muatan maksimum hingga 37 ton, mencakup helikopter, kendaraan, dan bantuan logistik.
Untuk misi rata-rata dengan muatan 30 ton, A400M dapat terbang sejauh 2.400 mil laut, mencakup seluruh wilayah kepulauan Indonesia dari Jakarta. Dirancang untuk fleksibilitas operasional, A400M mampu beroperasi di landasan pacu yang pendek maupun tidak beraspal, serta berfungsi sebagai pesawat multiperan untuk pengisian bahan bakar di udara, menjadikannya pengganda kekuatan yang dapat memperluas jangkauan operasional TNI AU.



